Prologue S uatu masa dahulu. Di kota silam zaman keemasan ilmu dan tamadun. Kota yang makmur, indah dan mewah. Bangunan dan menara menjadi garis langitnya. Kesibukan madrasah dan masjid, menyamai ramainya orang di pasar-pasar. D i suatu sudut kota, wujud suatu tempat yang magis, bebas dari hiruk pikuk kota itu. Di sebalik tembok dan pohon yang subur, berhimpunnya sang bijaksana yang pemikirannya bisa mengubah dunia. Dibawah menara dan gedung yang bersinar, kitab2 ilmu, garapan ilmuwan dari dahulukala sehingga ke hari ini, tersusun rapi. Disini musuh mereka adalah kesesatan, kegelapan dan kebodohan umat. Di hari ini, ada ketika, seandainya engkau melintasi halaman deretan bangunan usangnya, kau akan dibawa ke ratusan tahun yang lalu. Seakan terbayang jelmaan mistis sang sarjana lampau, dengan jubah dan serban beralun, berjalan laju dari satu bangunan, ke bangunan lain, menghambat kegelapan dengan sinaran ilmu, fikir dan tawajuh. Ada yang berbahas santai, di kaki lima banguna...
Kumpulan esei meneroka kemelut ilmu dan ilmuwan universiti, akibat dari ketagihan reduksionisme dan ketaksuban saintisme dalam pemikiran moden.